Jum'at, 30 Juli 2010
 
film - Akan Datang
Judul Film : "BAHWA CINTA ITU ADA"

Produksi:
Ganesha Creative Industry
Produser Eksekutif:
- Suhono H. Supangkat
- Hatta Radjasa        

Produser:
- Budiyati Abiyoga
- Tyas A. Moein

Penulis Skenario:
- Arya Gunawan

Sutradara:
- Sujiwo Tejo

Penata Kamera:
- Monodzky

Penata Artistik:
- Koyak

Penata Musik:
- Viky Sianipar

Penata Suara:

- Satrio Buduono / Eko Chemprenk

Penyunting gambar:
- Andhy Pulung

Pemain :

-Ariyo Wahab
-Eva Asmarani
-Rizky Hanggono
-Alex Abbad
-Dennis Adishwara
-Restu Sinaga
-Dipoyono
-Niniek L. Karim
-Slamet Rahardjo
-Marini
-Nurul Arifin
-Chindya Anggrina
-Reyna
 

Sinopsis :

Diangkat dari sebuah novel laris karya Dermawan Wibisono, film ini bercerita tentang perjalanan kisah 6 mahasiswa ITB diera tahun 80-an. mengisahkan tentang persahabatan 6 mahasiswa yang berbeda latar belakang ekonomi dan keluarga yang berbeda :Slamet, Fuad, Gungun, Poltak, Benny, dan Ria. Mereka adalah para mahasiswa sebuah kampus di Bandung. Ria, mahasiswi cantik dan pintar asal Padang adalah bintang kampus yang menjadi pujaan para mahasiswa.

Slamet, mahasiswa pintar dan pendiam yang berasal dari Trenggalek, sudah lama memendam cintanya kepada Ria. Benny, anak Jakarta, muncul dengan rasa ‘pede’nya yang tinggi. Gungun, asli Sunda, adalah karakter kocak yang menyegarkan suasana. Fuad, anak Madura selalu tampil menggebu-gebu, namun sebaliknya,  Poltak dari Pematang Siantar adalah karakter yang santai.

Berbagai suka dan duka yang mereka alami mewarnai hidup mereka.

Dinamika hidup perkuliahan, pertemanan, percintaan, dan perjuangan, menjadi fokus cerita dalam film ini. Ada keunikan kisah cinta yang tak biasa yang hendak disajikan oleh sang sutradara, Sujiwo Tejo. Dengan gaya khasnya yang eksentrik dan sangat filosofis, Sujiwo Tejo berhasil menyampaikan pesan visual bahwa cinta kadang tak bisa dipahami oleh logika semata.

Bagaimana kelanjutan cerita mereka ketika mereka bertemu lagi 20 tahun kemudian? Seperti apa akhir kisah cinta mereka?

Apakah mereka akan menunjukkan BAHWA CINTA ITU ADA?

Sarat dengan budaya dan dalang, dilengkapi dengan keunikan setting suasana tahun 80-an dan masa sekarang menjadi kekuatan visual di film ini. Suasana khas Bandung, dan Sawahlunto ditangkap dengan apik oleh penata kamera Monodzky. Sedangkan kekuatan akting para bintang diarahkan dengan baik oleh Sujiwo Tejo, seorang dalang kawakan yang menjadikan film ini debut sebagai sutradara. Didukung juga oleh paduan konsep musik modern dan tradisional oleh penata musik handal, Viky Sianipar, secara keseluruhan penonton akan hanyut untuk menangis dan tertawa hingga akhir cerita.

Ulasan:

Sebagai sajian film bergendre drama hasil besutan seniman Sujiwo Tejo, film "Bahwa Cinta Itu Ada" nampaknya dapat dikatakan sebagai salah satu film terbaru tanah air yang mampu menghadirkan sebuah tontonan yang sangat layak untuk disaksikan.

Mengisahkan tentang perjuangan 6 orang mahasiswa ITB pada tahun 80an ini ingin memberikan gambaran utuh mengenai kehidupan para mahasiswa yang pada saat itu bener-benar berjuang untuk sukses dibangku kuliah, intrik percintaan serta penggambaran tokoh masing-masing mahasiswa yang berbeda daerah dan latar belakang ekonomi keluarga sangat memberi kesan mendalam pada setiap alaur jalan ceritanya.

Film yang dibintangi oleh Aryo Wahad (Slamet) sebagai tokoh sentral dalam film ini, mampu emberikan kesan kuat dalam memainkan peran sebagai anak desa yang berjuang mati-matian demi mencapai kesuksesan di jenjang pendidikannya. belajar dengan tekun dan memiliki sifat rendah hati dan taat terhadap orang tuanya mampu menyampaikan sebuah pesan moral kepada penonton secara mudah untuk dipahami.

Setting gambar pada setiap angel alur cerita dalam film berdurasi 90 menit ini juga terlihat sangat memukau para penonton. Menampilkan berbagai keindahan alam serta pemandangan panorama di kota Bandung, membuat penonton mendapatkan sajian visual yang kaya akan tampilan alam. (Ocd/indonesiaselebriti.com)


◄ Kembali ◄                 Kirim Artikel

 
 
© 2009 Sarana Selebritisatu Netrada. Designed by Webindo